looked raggedly
tampak lusuh
walked raggedly
berjalan dengan lusuh
Except on the crown, which was raggedly bald, he had stiff black hair, standing jaggedly all over it, and growing down hill almost to his broad, blunt nose.
Kecuali di mahkota, yang botak dan tidak beraturan, dia memiliki rambut hitam tegang, berdiri tidak beraturan di sekelilingnya, dan tumbuh ke bawah hampir sampai ke hidungnya yang lebar dan tumpul.
He walked raggedly after running a marathon.
Dia berjalan tidak beraturan setelah berlari maraton.
She sang raggedly as she was recovering from a cold.
Dia bernyanyi tidak beraturan saat dia sedang pulih dari pilek.
The old man breathed raggedly due to his illness.
Pria tua itu bernapas tidak beraturan karena penyakitnya.
The dog barked raggedly at the strangers approaching the house.
Anjing itu menggonggong tidak beraturan pada orang asing yang mendekati rumah.
The car engine ran raggedly after years of neglect.
Mesin mobil itu berjalan tidak beraturan setelah bertahun-tahun tidak dirawat.
The soldier marched raggedly through the muddy battlefield.
Tentara itu berbaris tidak beraturan di medan perang yang berlumpur.
Her hair hung raggedly around her face after being caught in the wind.
Rambutnya tergantung tidak beraturan di sekitar wajahnya setelah terjebak angin.
The beggar's clothes hung raggedly from his thin frame.
Pakaian pengemis itu tergantung tidak beraturan dari tubuhnya yang kurus.
The flag fluttered raggedly in the strong wind.
Bendera itu berkibar tidak beraturan di angin yang kencang.
The old book had raggedly torn pages.
Buku tua itu memiliki halaman yang robek tidak beraturan.
His soft, reddish hair lay raggedly over the tops of his little ears.
Rambutnya yang lembut dan kemerahan tergeletak berantakan di atas telinganya yang kecil.
Sumber: The heart is a lonely hunter.And he was off again, a decrepit vagabond, with his hands in his pockets, his elbows squared, and frayed coat-tails swinging raggedly from side to side.
Dan dia pergi lagi, seorang pengembara yang bobrok, dengan tangannya di saku, siku tertekuk, dan ujung mantelnya yang usang bergoyang-goyang dari sisi ke sisi.
Sumber: Amateur Thief Rafizlooked raggedly
tampak lusuh
walked raggedly
berjalan dengan lusuh
Except on the crown, which was raggedly bald, he had stiff black hair, standing jaggedly all over it, and growing down hill almost to his broad, blunt nose.
Kecuali di mahkota, yang botak dan tidak beraturan, dia memiliki rambut hitam tegang, berdiri tidak beraturan di sekelilingnya, dan tumbuh ke bawah hampir sampai ke hidungnya yang lebar dan tumpul.
He walked raggedly after running a marathon.
Dia berjalan tidak beraturan setelah berlari maraton.
She sang raggedly as she was recovering from a cold.
Dia bernyanyi tidak beraturan saat dia sedang pulih dari pilek.
The old man breathed raggedly due to his illness.
Pria tua itu bernapas tidak beraturan karena penyakitnya.
The dog barked raggedly at the strangers approaching the house.
Anjing itu menggonggong tidak beraturan pada orang asing yang mendekati rumah.
The car engine ran raggedly after years of neglect.
Mesin mobil itu berjalan tidak beraturan setelah bertahun-tahun tidak dirawat.
The soldier marched raggedly through the muddy battlefield.
Tentara itu berbaris tidak beraturan di medan perang yang berlumpur.
Her hair hung raggedly around her face after being caught in the wind.
Rambutnya tergantung tidak beraturan di sekitar wajahnya setelah terjebak angin.
The beggar's clothes hung raggedly from his thin frame.
Pakaian pengemis itu tergantung tidak beraturan dari tubuhnya yang kurus.
The flag fluttered raggedly in the strong wind.
Bendera itu berkibar tidak beraturan di angin yang kencang.
The old book had raggedly torn pages.
Buku tua itu memiliki halaman yang robek tidak beraturan.
His soft, reddish hair lay raggedly over the tops of his little ears.
Rambutnya yang lembut dan kemerahan tergeletak berantakan di atas telinganya yang kecil.
Sumber: The heart is a lonely hunter.And he was off again, a decrepit vagabond, with his hands in his pockets, his elbows squared, and frayed coat-tails swinging raggedly from side to side.
Dan dia pergi lagi, seorang pengembara yang bobrok, dengan tangannya di saku, siku tertekuk, dan ujung mantelnya yang usang bergoyang-goyang dari sisi ke sisi.
Sumber: Amateur Thief RafizJelajahi kosakata yang sering dicari
Ingin belajar kosakata dengan lebih efisien? Unduh aplikasi DictoGo dan nikmati fitur penghafalan dan peninjauan kosakata yang lebih banyak!
Unduh DictoGo Sekarang