she gazed piningly at the old photographs, remembering her childhood home.
Dia menatap penuh kerinduan pada foto-foto lama, mengingat rumah masa kecilnya.
he looked piningly out the window, dreaming of distant lands.
Dia menatap penuh kerinduan keluar jendela, bermimpi tentang negeri yang jauh.
the dog sat piningly by the door, waiting for its owner to return.
Anjing itu duduk penuh kerinduan di dekat pintu, menunggu pemiliknya kembali.
she sighed piningly, thinking about the opportunities she had missed.
Dia menghela napas penuh kerinduan, memikirkan tentang kesempatan yang telah dia lewatkan.
he spoke piningly of his grandmother's kitchen and her delicious recipes.
Dia berbicara penuh kerinduan tentang dapur neneknya dan resep-resep lezatnya.
the lonely traveler piningly recalled the warm embrace of his family.
Pengembara yang kesepian itu mengingat dengan penuh kerinduan pelukan hangat keluarganya.
she waited piningly by the phone, hoping for his call.
Dia menunggu penuh kerinduan di dekat telepon, berharap akan teleponnya.
the artist piningly remembered the vibrant colors of his homeland.
Seniman itu mengingat dengan penuh kerinduan warna-warna cerah dari tanah airnya.
he stared piningly at the engagement ring, knowing she would never wear it.
Dia menatap penuh kerinduan pada cincin pertunangan, tahu bahwa dia tidak akan pernah memakainya.
the retired sailor piningly thought about his years at sea.
Pelaut yang pensiun itu memikirkan dengan penuh kerinduan tahun-tahunnya di laut.
she piningly traced her fingers across the faded map of places she would never visit.
Dia menelusuri jarinya dengan penuh kerinduan di peta yang memudar dari tempat-tempat yang tidak akan pernah dia kunjungi.
the old man piningly watched children play in the park, remembering his own youth.
Orang tua itu menonton anak-anak bermain di taman dengan penuh kerinduan, mengingat masa mudanya sendiri.
she gazed piningly at the old photographs, remembering her childhood home.
Dia menatap penuh kerinduan pada foto-foto lama, mengingat rumah masa kecilnya.
he looked piningly out the window, dreaming of distant lands.
Dia menatap penuh kerinduan keluar jendela, bermimpi tentang negeri yang jauh.
the dog sat piningly by the door, waiting for its owner to return.
Anjing itu duduk penuh kerinduan di dekat pintu, menunggu pemiliknya kembali.
she sighed piningly, thinking about the opportunities she had missed.
Dia menghela napas penuh kerinduan, memikirkan tentang kesempatan yang telah dia lewatkan.
he spoke piningly of his grandmother's kitchen and her delicious recipes.
Dia berbicara penuh kerinduan tentang dapur neneknya dan resep-resep lezatnya.
the lonely traveler piningly recalled the warm embrace of his family.
Pengembara yang kesepian itu mengingat dengan penuh kerinduan pelukan hangat keluarganya.
she waited piningly by the phone, hoping for his call.
Dia menunggu penuh kerinduan di dekat telepon, berharap akan teleponnya.
the artist piningly remembered the vibrant colors of his homeland.
Seniman itu mengingat dengan penuh kerinduan warna-warna cerah dari tanah airnya.
he stared piningly at the engagement ring, knowing she would never wear it.
Dia menatap penuh kerinduan pada cincin pertunangan, tahu bahwa dia tidak akan pernah memakainya.
the retired sailor piningly thought about his years at sea.
Pelaut yang pensiun itu memikirkan dengan penuh kerinduan tahun-tahunnya di laut.
she piningly traced her fingers across the faded map of places she would never visit.
Dia menelusuri jarinya dengan penuh kerinduan di peta yang memudar dari tempat-tempat yang tidak akan pernah dia kunjungi.
the old man piningly watched children play in the park, remembering his own youth.
Orang tua itu menonton anak-anak bermain di taman dengan penuh kerinduan, mengingat masa mudanya sendiri.
Jelajahi kosakata yang sering dicari
Ingin belajar kosakata dengan lebih efisien? Unduh aplikasi DictoGo dan nikmati fitur penghafalan dan peninjauan kosakata yang lebih banyak!
Unduh DictoGo Sekarang